Anak Down syndrome jadi bintang film nasional, ini kisah Ridho

Kisah Ridho Khaliq Kurnia, Anak Down Syndrome yang Berhasil Menjadi Pemeran Utama Film Nasional


Setiap anak memiliki potensi yang unik dan luar biasa, termasuk anak dengan kebutuhan khusus. Dengan dukungan yang tepat dan ruang yang memadai, mereka bisa berkembang secara maksimal. Bagi orang tua, menemukan minat dan bakat anak sering kali menjadi proses penuh kejutan, terutama ketika kesempatan datang dari tempat yang tidak terduga.

Ridho Khaliq Kurnia (14), seorang anak dengan sindrom down, adalah salah satu contoh nyata dari hal ini. Ia dipercaya menjadi pemeran utama dalam film nasional Tanah Runtuh. Cerita hidupnya menginspirasi banyak keluarga bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan tampil percaya diri di ruang publik.

Perjalanan Ridho dari Casting hingga Syuting

Langkah Ridho ke dunia perfilman dimulai dari kegiatan sederhana di sekolah. Guru ekstrakurikuler tari-nya, Kak Reza, di Sekolah Mutiara Harapan Islamic School, divisi anak berkebutuhan khusus, Development Class, melihat keberaniannya dan potensinya saat tampil. Ia kemudian merekomendasikan Ridho kepada tim casting film Tanah Runtuh.

Dalam proses casting, Ridho tidak diuji dengan cara yang kaku. Ia diajak berbincang santai, bercanda, dan menunjukkan kemampuan tari yang selama ini ia latih. Meski memiliki keterbatasan dalam berbicara, Ridho mampu memahami arahan dengan caranya sendiri. Ekspresi jujur dan spontanitasnya justru menjadi daya tarik tersendiri.

“Ridho memang punya keterbatasan berbicara tapi ia paham jika diajak bicara,” kata Marina M. Maulidia, ibu Ridho, dalam wawancara.


Setelah terpilih, Ridho berkesempatan beradu peran dengan aktor ternama Vino G. Bastian. Proses syuting menjadi pengalaman baru yang penuh tantangan. Cuaca panas, rasa lelah, dan kantuk membuatnya harus banyak beradaptasi. Namun, dukungan dari kru dan keluarganya membantunya tetap semangat menjalani setiap adegan.

“Bersyukur karena semuanya, mulai dari Mas Rudy, semua pemeran dan kru sangat berusaha mengenal dan memahami Ridho. Ridho pun berusaha memahami semua arahan yang diberikan,” ujar sang ibu.

Marina juga mengungkapkan bahwa awalnya keluarga hanya ingin memberi ruang bagi minat seni putranya. “Saat Ridho ditawari seni peran, kami ingin mencoba. Ternyata Ridho sangat menikmati. Bahkan setelah selesai syuting, di rumah ia masih sering dance dan acting dengan caranya sendiri,” tambahnya.

Perkembangan Kemampuan Komunikasi dan Percaya Diri

Melalui proses reading dan syuting, kemampuan komunikasi serta rasa percaya diri Ridho semakin berkembang. Pengalaman ini bukan hanya tentang film, tetapi juga tentang tumbuhnya kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus ketika diberi kesempatan yang setara.

Kisah Ridho menjadi pengingat bagi orang tua bahwa dukungan, kesabaran, dan keberanian mencoba hal baru dapat membuka jalan besar bagi masa depan anak. Setiap langkah kecil yang diambil dengan penuh cinta dan pengertian bisa menjadi awal dari perubahan besar.

Kesimpulan

Ridho Khaliq Kurnia adalah contoh nyata bahwa potensi anak berkebutuhan khusus tidak terbatas oleh kondisi fisik atau mental. Dengan dukungan yang tepat, mereka bisa tampil di panggung dunia dan memberikan kontribusi yang berarti. Semoga kisah Ridho menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk lebih memahami dan mendukung anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Lebih baru Lebih lama