Deddy Mizwar Akui PPT Jilid 16 Paling Ikonik, Risetnya Komprehensif

Para Pencari Tuhan Jilid 16 Dianggap Paling Ikonik

Sinetron Para Pencari Tuhan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Ramadan di Indonesia. Sejak jilid ke-11 yang tayang pada 2017 lalu, sinetron ini konsisten menghadirkan cerita-cerita yang terinspirasi dari isu maupun fenomena yang terjadi di masyarakat. Namun, salah satu jilid yang paling dikenang adalah Para Pencari Tuhan Jilid 16, yang mengangkat kisah empat sekawan anak punk. Menurut Deddy Mizwar, tokoh utama sekaligus kreator sinetron ini, jilid tersebut dinilai sebagai yang paling ikonik.

Deddy Mizwar menyampaikan pendapatnya dalam wawancara eksklusif dengan IDN Times. Ia mengungkapkan bahwa jilid 16 menampilkan pemberontakan terhadap nilai-nilai yang selama ini dianggap normal. "Ya, saya melihat ada satu pemberontakan terhadap nilai-nilai. Mungkin bisa menghajar macam-macam. Ada DPR (Di Bawah Pohon Rindang) segala macem, karena ada sikap pemberontakan terhadap nilai-nilai kemapanan yang ada di masyarakat dengan menciptakan nilai yang baru di komunitas," ujarnya dengan nada santai.

Menurutnya, konflik-konflik yang ditampilkan pada musim tersebut berhasil menggambarkan realitas sosial. Karena menurutnya, alih-alih nilai pendidikan, anak-anak punk lebih muda tersentuh dengan nilai-nilai agama yang universal. "Agama bisa tembus ke mana-mana. Kepada komunitas mana pun bisa tembus. Gak ada nilai-nilai pendidikan, susah masuk ke mereka, kecuali pada nilai agama. Karena manusia kan cenderung berbuat baik. Tinggal bagaimana menyentuhnya saja. Sebenarnya, fitrahnya memang manusia itu baik," tambahnya dengan mata berkaca-kaca.

Penulis Naskah Ungkap Proses Riset yang Totalitas

Amiruddin Olland, penulis naskah Para Pencari Tuhan, mengungkapkan bahwa proses riset untuk pengembangan ide cerita Para Pencari Tuhan Jilid 16 dilakukan dengan sangat totalitas. Ia, Deddy Mizwar, dan tim sampai terjun langsung ke berbagai komunitas anak punk, termasuk juga berkunjung ke salah satu pesantren khusus anak punk yang berlokasi di Tangerang.

"Itu riset-risetnya gila juga, karena kita riset ke berbagai macam komunitas punk, termasuk salah satunya itu pesantren yang di Tangerang itu, yang pesantren khusus anak punk," kata Amiruddin Olland.

Ia juga menjelaskan bahwa isu-isu sosial yang diangkat dalam sinetron ini tidak hanya berdasarkan relevansinya dalam kehidupan masyarakat, tetapi juga bagaimana isu tersebut bisa ditinjau dari perspektif religius. "Karena berdasarkan dari cerita, PPT itu religi. Bagaimana solusi-solusi agama mencoba untuk diaplikasikan ke dalam sosial, ke dalam cerita bahwa kita meyakini agama Islam itu agama yang sempurna. Sesempurna apa? Kita coba uji. Ketika kita melihat fenomena sosial, apakah agama itu punya solusi? Di situ kita mencoba untuk salah satunya menjawab tantangan itu," ungkapnya.

Rencana Mengajak Anak Punk Asli untuk Syuting, Tapi Batal

Gak sampai di situ saja, setelah bertemu dan berinteraksi langsung dengan anak-anak punk, Deddy Mizwar sempat berencana untuk melibatkan mereka dalam produksi. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena anak-anak punk yang ditemuinya itu keburu tobat setelah mengenal agama.

Sambil tersenyum tipis mengenang momen risetnya, Pak Haji menceritakan bahwa saat itu, anak-anak punk tersebut memperlihatkan sikap yang lebih tenang dan ramah. Perubahan karakter tersebut lah yang membuat ia dan timnya jadi kesulitan untuk menemukan sosok anak punk yang masih menampilkan kesan sangar sesuai kebutuhan cerita. "Tadinya saya mau ambil dari anak punk beneran. Tapi setelah mereka kenal agama, mereka lebih banyak senyum hidupnya. Jadi susah gue ambil dari anak punk beneran. Setelah kita mendapatkan anak punk yang udah insaf, dia susah memainkan tokoh punk yang liar," kata Deddy Mizwar.

Berdasarkan pengalaman nyata yang ia alami tersebut, Deddy Mizwar pun mengungkapkan rasa kagumnya atas nilai-nilai agama yang bisa menyentuh hati anak-anak punk untuk menjadi pribadi yang lebih baik. "Anak punk luruh dengan nilai agama. Menjadi orang yang lebih baik daripada orang biasa yang kenal agama dari kecil. Bagaimana dia hati yang begitu keras, begitu menolak nilai-nilai, kemudian tembus dengan nilai-nilai keilahian. Karena dalam dirinya memiliki nilai itu. Dia juga mencari Tuhan."

Para Pencari Tuhan Jilid 16 sendiri tayang pada 2023, dengan fokus ceritanya mengikuti kisah empat sekawan anak punk bernama King, Cupi, Gembel, dan Dobleh yang berusaha menemukan jati diri mereka melalui ajaran Islam.

Lebih baru Lebih lama