Tasya Kamila Menanggapi Kritik atas Kontribusinya sebagai Alumni Beasiswa LPDP
Unggahan Tasya Kamila mengenai kontribusi yang ia berikan sebagai alumni penerima beasiswa LPDP menuai berbagai respons, baik pro maupun kontra. Dalam unggahan tersebut, mantan penyanyi cilik ini mencoba menjelaskan berbagai aktivitas yang ia lakukan setelah menyelesaikan studi S2 di Columbia University. Namun, banyak warganet yang merasa kontribusinya dinilai kurang maksimal.
Menanggapi kritik tersebut, Tasya Kamila memberikan tanggapan melalui kolom komentar unggahannya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa memenuhi ekspektasi semua orang.
-
Tasya Kamila minta maaf karena gak bisa memenuhi ekspektasi semua orang

Tasya Kamila membalas komentar dari seorang warganet yang menyebut bahwa dampak atau kontribusinya dianggap tidak sebanding dengan dana LPDP yang dikeluarkan. Ia menjawab dengan mengucapkan permintaan maaf. Menurutnya, pihak LPDP tidak mempermasalahkan hal tersebut dan kegiatan yang ia lakukan sudah dianggap sebagai kontribusi nyata.
"Huhu maaf ya aku belum bisa penuhin ekspektasi kamu sebagai penerima beasiswa. Alhamdulillah baik LPDP maupun orang-orang yang terdampak lewat berbagai gerakanku berkenan. Tapi, aku sadar memang aku gak bisa memenuhi ekspektasi dan menyenangkan hati semua orang," ujarnya. -
Sedih karena usahanya dianggap sepele

Tasya juga tak mampu menyembunyikan kesedihannya, karena gerakan yang selama ini ia lakukan dinilai tidak begitu berdampak. Padahal, Tasya sudah melakukan berbagai gerakan dari akar rumput dan mempraktikkan ilmu-ilmu yang ia dapatkan selama berkuliah di Columbia University.
"Aku mempraktikkan keilmuan yang aku dapat di Columbia University soal bagaimana kebijakan publik bisa efektif dijalankan melalui gerakan akar rumput dan bagaimana publik juga bisa mendorong kebijakan," tuturnya.
Ia sadar bahwa gerakan akar rumput ini terlihat seperti gerakan basic yang bisa dilakukan siapa saja tanpa harus berkuliah di luar negeri. Namun, tetap saja gerakan seperti ini harus ada inisiator hingga jembatan antara publik dan pembuat kebijakan.
"Tetap harus ada yang mau jadi inisiator, amplifier, dan memberikan wadah. Harus pula ada yang menjembatani antara policy maker dan publik, agar pesan tersampaikan," lanjut Tasya. -
Klaim setoran pajaknya punya dampak yang besar

Salah satu kritikan yang diterima Tasya adalah aksinya dianggap tidak memiliki dampak terhadap ekonomi negara. Tasya menyikapinya dengan menyebut pembayaran pajak dari pekerjaannya di industri hiburan memiliki jumlah yang besar. Ia bahkan mengklaim jumlahnya itu bisa untuk mengganti biaya sekolahnya yang dikeluarkan oleh LPDP.
"Kak, kalau ngomongin monetary impact, alhamdulillah dari rezekiku dalam pekerjaanku di industri kreatif juga juga sudah berkontribusi untuk pajak. Kalau dihitung sejak aku lulus, pajak yang management-ku setorkan insya Allah sudah bisa nutup itu uang sekolahku," ujarnya.
Meski mendapat banyak kritik, Tasya Kamila mengaku masih semangat menjalani pekerjaan dan pengabdiannya. Ia terus berusaha untuk memberikan kontribusi yang bermakna, meskipun tidak selalu sesuai dengan harapan banyak orang.