Omar Daniel Gunakan Latar Pendidikan untuk Jadi Fajar di Ikhlas Paling Serius

Omar Daniel Kembali Hadir dalam Serial Terbaru

Aktor ternama asal Indonesia, Omar Daniel, kembali hadir di dunia hiburan lewat serial terbaru berjudul Ikhlas Paling Serius. Dalam proyek ini, ia memerankan karakter bernama Fajar. Peran yang diberikan padanya disebut memiliki ciri khas yang berbeda dari kepribadiannya sehari-hari. Namun, Omar mengaku tidak mengalami kesulitan besar saat mendalami peran tersebut.

Menurutnya, latar belakang pendidikannya membantu proses pemeranannya. Ia menjelaskan bahwa pengalaman akademisnya di bidang komunikasi dan PR menjadi bekal yang sangat berguna dalam memahami karakter Fajar.

"Kesulitan soal karakter hampir nggak ada ya karena kebetulan latar belakangnya ini kan seorang PR Agency dan kebetulan memang saya kuliah di bidang komunikasi di bidang PR," ujarnya saat berada di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (26/2/2026).

Pengalaman itu membuatnya lebih mudah memahami dunia karakter yang ia mainkan. Ia merasa seperti mengingat kembali masa kuliahnya dulu.

"Jadi kayak recall waktu dulu kuliah sih sebenarnya, jadi kayak oh bahasanya, cara berbicaranya terus materi yang dibawakan tuh mirip-mirip dengan dulu waktu diajarin presentasi itu kayak gimana dan lain-lain gitu sih, cuman kayak recall aja," tambahnya.

Tantangan Selama Proses Syuting

Meski tidak ada tantangan besar dalam hal karakter, proses syuting tetap memiliki dinamika tersendiri. Menurut Omar, tantangan yang muncul biasanya berasal dari hal-hal kecil di lokasi syuting.

"Kesulitan berarti nggak ada tapi selebihnya ya kesulitan-kesulitan kecil bisa dihadapi di lokasi bareng sama director, dibantu juga sama lawan main pastinya," jelasnya.

Omar juga mengungkap bahwa ada beberapa sisi karakter Fajar yang terasa dekat dengan dirinya. Namun, di sisi lain, ada bagian yang sangat berbeda.

"Ada, beberapa yang relate tapi banyak yang nggak relate juga. Yang paling nggak sama, sama aku adalah Fajar ini pribadinya abu-abu ya," ujarnya.

"Dia (Fajar) kayak untuk memutuskan suatu masalah tuh dipikirnya lama dan bahkan cenderung nggak bisa memilih antara hitam atau putih, jadi dia pilih aman di abu-abu aja," lanjutnya.

Memahami Sudut Pandang Karakter

Meski memiliki perbedaan, Omar mencoba memahami sudut pandang Fajar. Ia percaya setiap orang punya alasan masing-masing dalam menentukan pilihan hidup.

"Itu yang bikin aku gemas kayak 'ini karakter begini juga ya sebenarnya' gitu. Tapi di sisi lain pasti setiap orang dalam mengambil langkah punya pertimbangannya masing-masing lah," katanya.

Perbedaan karakter itulah yang menurutnya menjadi tantangan tersendiri secara emosional. Ia harus tetap menyelami perasaan tokoh tanpa kehilangan jati dirinya.

"Jadi aku bisa ngertiin si Fajar, cuman Fajar sama Omar salah satu perbedaan yang paling tajam di situ," pungkasnya.

Lebih baru Lebih lama