
Di tengah suasana penuh tawa dan kegembiraan yang terasa dalam gala premiere film horor komedi "Setannya Cuan" yang diadakan di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/2/2026), terasa ada sesuatu yang istimewa. Tidak hanya dari adegan lucu yang ditampilkan oleh para pemain, tetapi juga dari kenangan yang diungkapkan oleh aktris Tizza Radia mengenai lawan mainnya, almarhum Babe Cabita.
Film yang disutradarai oleh Sahrul Gibran dan Jay Sukmo ini memperlihatkan kisah yang menarik dengan campuran genre horor dan komedi. Dalam film tersebut, Tizza Radia berperan sebagai istri dari karakter yang diperankan oleh almarhum Babe Cabita. Hubungan antara keduanya tidak hanya terlihat di layar, tetapi juga terbangun selama proses syuting yang berlangsung sekitar tujuh tahun lalu di kawasan Malabar, Bandung.
Tizza mengingat bahwa lokasi syuting yang jauh di pelosok Malabar membuat para pemain harus tinggal bersama selama 24 jam. Meskipun kondisi medan yang sulit dan minimnya sinyal ponsel, hal ini justru menjadi berkah bagi hubungan antar pemain. Mereka saling mendukung dan bekerja sama dengan sangat baik.
Salah satu momen yang paling membekas di hati Tizza adalah saat mereka menjalani syuting di bulan Ramadan. Ia menceritakan bagaimana pada suatu hari, mereka selesai syuting pada sore hari, sekitar jam 4-an. Sebelum waktu shalat Maghrib, mereka sudah sampai di penginapan dan langsung mulai memasak bersama.
“Kita makan bareng semuanya, termasuk sama almarhum Babe. Kedekatan di dalam dan di luar set itu luar biasa sekali,” ujarnya. Para pemain perempuan berkumpul di dapur penginapan untuk menyiapkan menu buka puasa, sementara Babe Cabita dan pemain lainnya menunggu untuk makan bersama.
Bagi Tizza, bekerja bersama Babe Cabita adalah pengalaman profesional yang tak terlupakan. Almarhum dikenal sebagai sosok yang sangat mendukung lawan mainnya. “Babe itu mendukung lawan mainnya untuk tampil sebaik mungkin. Dia tidak mau berdiri sendiri, tapi dia ingin lawan mainnya juga terlihat bagus,” tutur Tizza.
Hal ini juga dibenarkan oleh sutradara Jay Sukmo. Menurutnya, meskipun lokasi syuting sangat menantang dengan suhu mencapai 14 derajat celcius, Babe tetap menjadi pemberi semangat bagi kru dan pemain lainnya. “Kenangannya kita kedinginan bareng-bareng sampai pakai selimut hotel di lokasi. Babe orangnya sangat humble, sering sharing, dan suka kasih masukan-masukan komedi yang asyik,” ujar Jay.
Sebagaimana diketahui, komika dan aktor Babe Cabita atau yang bernama asli Priya Prayogha Pratama meninggal dunia pada Selasa, 9 April 2024, pukul 06.38 WIB di RS Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Beliau wafat di usia 34 tahun setelah sebelumnya sempat berjuang melawan penyakit langka Anemia Aplastik.
Film "Setannya Cuan" yang diproduksi oleh Radepa Black ini sempat tertunda penayangannya selama tujuh tahun. Namun, penantian panjang ini justru menjadi kado istimewa bagi para penggemar almarhum Babe Cabita yang merindukan banyolan khas sang komedian.
Mengambil latar tahun 80-an dengan bumbu satir tentang keserakahan manusia, "Setannya Cuan" siap menghibur sekaligus memberikan refleksi bagi penonton. Kehadiran Babe Cabita dalam film ini seolah menjadi pengingat akan dedikasi dan kebaikan hatinya yang akan terus hidup melalui karya-karyanya.
Jangan lewatkan penampilan emosional dan penuh tawa dari mendiang Babe Cabita dan Tizza Radia dalam "Setannya Cuan", yang akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 Maret 2026.