Sampai Edisi Berapa Sinetron Para Pencari Tuhan Dibuat?

Sinetron Para Pencari Tuhan: Konsistensi yang Tak Tergerus Zaman

Para Pencari Tuhan (PPT) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari bulan Ramadan di Indonesia selama hampir dua dekade. Seiring dengan iklan sirup Ramadan, trailer sinetron ini juga menjadi penanda bahwa bulan suci itu segera tiba. Meski sudah memasuki jilid ke-19, sinetron religi ini masih menjadi primadona. Bahkan, episode perdana PPT Jilid 19 berhasil mencatat TVR 4.0 dan share 24,6 persen, menempatkannya di jajaran 4 besar program televisi.

Tak hanya popularitasnya yang tetap stabil, namun pertanyaan tentang kapan sinetron ini akan berakhir juga mulai muncul. Apakah ada titik akhir dari perjalanan panjangnya atau justru akan terus hadir selama masih dicintai penonton? Deddy Mizwar, sang kreator, memberikan jawaban dalam wawancara eksklusif.

Ide Cerita yang Tidak Pernah Berakhir


Deddy Mizwar menjelaskan bahwa PPT pada dasarnya adalah cerita yang tidak memiliki batas akhir. Menurutnya, proses manusia dalam mencari makna hidup dan mendekatkan diri kepada Tuhan merupakan perjalanan yang terus berlangsung. Oleh karena itu, selama proses tersebut masih ada dalam kehidupan manusia, maka ruang cerita untuk Para Pencari Tuhan pun akan selalu terbuka.

“Para Pencari Tuhan ini cerita yang gak ada habisnya, kalau mau diterusin. Setiap orang itu berproses mencari Tuhan, berjalan menuju Tuhan. Itu terjadi pada setiap manusia. Jadi kalau mau diterusin, sampai kiamat pun bisa,” kata Deddy Mizwar sambil tertawa.

Ia menambahkan bahwa ide sinetron ini juga gak akan pernah ada habisnya, karena bersumber dari situasi dan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Yang penting, hal-hal tersebut bisa disajikan secara menarik sehingga dapat menjadi refleksi yang membuat penonton merasa dekat dengan ceritanya.

“Perlu relate antara tontonan dengan penonton, agar terjadi dialog, ‘Gue banget nih, ini temen gue banget nih, ini bokap gue banget, ini Pak RT gue banget nih,’” lanjutnya.

Kelelahan dan Kemungkinan Istirahat


Saat ditanya apakah pernah terpikir untuk menyelesaikan cerita PPT, Deddy Mizwar mengaku baru terpikirkan sekarang. Ia tak menampik merasa lelah, karena faktor usia yang semakin bertambah. Sambil bercanda, Deddy Mizwar pun menyinggung soal kemungkinan untuk istirahat dari produksi sinetron ini.

“Ya. Baru kepikiran, capek. Saya kan sudah bertambah tua dan tenaga juga sudah semakin terbatas. Apa tahun depan istirahat dulu aja ya?” aktor senior ini kembali mencairkan suasana.

Tidak Ada Ending yang Ideal


Deddy Mizwar menjelaskan bahwa jika suatu saat PPT harus berpisah dari penonton, ia tidak akan menghadirkan ending yang pasti. Menurutnya, dengan ide cerita yang gak ada habisnya, maka tidak ada juga ending yang ideal bagi PPT sehingga akhir ceritanya pun akan tetap dibuat menggantung.

“Gak ada ending-nya. Dia akan selalu ngegantung. Biar penonton yang menyelesaikan semua cerita, maunya seperti apa, terserah.”

Konsep Tanpa Batas Produksi

Secara konsep, PPT tidak memiliki batas pasti untuk jilid produksinya. Selama masih ada ide cerita yang relevan dan masyarakat yang terus mengalami dinamika kehidupan, maka sinetronnya bisa terus berlanjut. Namun tak dimungkiri, Deddy Mizwar sebagai kreator mengaku ia sendiri sudah mulai merasa lelah dan mempertimbangkan untuk beristirahat karena faktor usia.

Bagaimana menurut Anda, sebagai penonton setia, apakah Anda ingin PPT terus berlanjut hingga jilid berapa?

Lebih baru Lebih lama