Seberapa Penting Peran Koordinator Intimasi dalam Produksi Film?

Peran Intimacy Coordinator dalam Produksi Film dan Serial

Adegan intim dalam film dan serial sering kali menjadi bagian penting untuk membangun kedalaman cerita. Namun, proses pengambilan gambar adegan semacam ini menyimpan risiko yang tidak bisa dianggap sepele, mulai dari batas fisik pemain hingga potensi pelanggaran profesional. Di sinilah peran Intimacy Coordinator menjadi krusial. Tidak hanya sekadar mendampingi adegan sensitif, mereka bertugas memastikan keamanan, persetujuan, serta batasan para aktor tetap terjaga tanpa mengganggu visi kreatif sutradara.

Putri Ayudya, seorang aktris sekaligus Intimacy Coordinator, menjelaskan lebih lanjut tentang pentingnya posisi ini dalam produksi film dan serial. Berikut penjelasannya:

Bukan Hanya Adegan Sensual, Intim Juga Melibatkan Konteks Lain


Intim tidak selalu berarti adegan sensual. Dalam konteks produksi film, istilah "intim" mencakup berbagai aktivitas seperti seksual, ketelanjangan, dan kedekatan. Kedekatan tersebut tidak selalu bernuansa seksual. Contohnya, adegan kekerasan, perkelahian jarak dekat, atau momen emosional yang mengharuskan dua karakter berada dalam jarak sangat dekat juga termasuk dalam ranah intim. Semua situasi ini membutuhkan perhatian khusus karena melibatkan kontak fisik dan ruang personal para pemain.

Putri menjelaskan, "Adegannya bunuh-bunuhan. Tidak ada seksualitasnya, tapi saling tindih, cekek, pegang apa-apa. Ngomongnya dekat-dekat banget. Kemudian lumayan merasa tidak safe, nih. Kami bisa dihadirkan di situ."

Wewenang Intimacy Coordinator di Lokasi Syuting


Dalam praktiknya, Intimacy Coordinator biasanya hadir langsung di lokasi saat adegan intim dilakukan. Adegan tersebut dilakukan dengan jumlah kru seminimal mungkin dan hanya monitor sutradara yang dinyalakan. Intimacy Coordinator memiliki kewenangan tersendiri saat pengambilan adegan. Mereka bisa memerintahkan "cut" jika ada adegan yang membahayakan.

Namun, Putri menegaskan bahwa Intimacy Coordinator bukanlah Intimacy Director. "Kami gak boleh men-direct terkait dengan emosi. Itu udah ranahnya sutradara," tambahnya.

Pengawasan Rekaman Adegan yang Terkontrol


Rekaman dari lokasi syuting idealnya langsung diserahkan ke editor melalui sistem distribusi yang terkontrol. Mekanismenya sangat ketat, dengan proses serah terima yang jelas dan disertai tanda tangan dari setiap pihak yang memegang file.

"Data dimasukkan di dalam flash disk tertentu atau kartu tertentu yang kemudian nanti akan dikirim langsung ke editor kantor. Dan ada tanda tangannya untuk mengawasi peredaran datanya sehingga memperkecil kemungkinan data bocor, kalau data bocor ketahuan nih dari siapa saja," jelas Putri.

Selain itu, tim produksi bersama Intimacy Coordinator menyusun dokumen intimacy riders yang merinci bagaimana adegan akan ditampilkan. Dokumen tersebut menjadi bagian resmi dari kontrak sebagai bentuk perlindungan dan kesepakatan bersama.

Proyek yang Paling Menantang bagi Intimacy Coordinator

Putri Ayudya juga berbagi tentang proyek-proyek film Indonesia yang menggunakan layanan Intimacy Coordinator. Ia mengatakan bahwa setiap proyek memiliki tantangan tersendiri, baik dari segi teknis maupun emosional. Meskipun begitu, ia tetap percaya bahwa peran Intimacy Coordinator sangat penting dalam menjaga kesejahteraan dan keamanan para pemain selama proses produksi.

Lebih baru Lebih lama