Setelah Pindah, Perubahan Sikap Sienna Jadi Sorotan Marshanda

Perubahan dalam Kehidupan Keluarga Ben Kasyafani dan Marshanda

Keputusan Sienna Ameerah Kasyafani untuk meninggalkan rumah ayahnya, Ben Kasyafani, dan tinggal bersama ibunya, Marshanda, menandai perubahan baru dalam dinamika keluarga mereka. Sejak perceraian antara Ben dan Marshanda pada 25 November 2014, hak asuh Sienna berada di tangan Ben. Namun, seiring dengan pertumbuhan Sienna menuju masa remaja, ia mulai memiliki keinginan sendiri dan memilih untuk tinggal bersama sang ibu.

Ben mengakui bahwa kepindahan Sienna ke rumah ibunya sudah terjadi sejak tahun lalu. Ia menjelaskan bahwa meskipun secara fisik mereka tidak lagi tinggal serumah, hubungan antara mereka justru menjadi lebih hangat. Intensitas komunikasi mereka meningkat drastis, karena Sienna kini lebih sering mencari ayahnya melalui video call atau bertanya tentang keberadaannya.

"Semuanya karena Sienna sudah cukup besar kan, jadi dia kayaknya udah punya keinginannya sendiri," ujar Ben. Ia juga menyebutkan bahwa hubungan co-parenting antara dirinya dan Marshanda serta istri keduanya, Ines, tetap terjalin dengan baik. Mereka saling membuka ruang untuk membahas hal-hal yang mungkin terasa awkward, sehingga memudahkan proses pengasuhan anak.

Menurut Ben, keputusan Sienna untuk tinggal bersama ibunya bukanlah hasil dari konflik perebutan hak asuh, melainkan murni keinginan sang anak. Dari situ, publik bisa melihat bagaimana Ben dan Marshanda menunjukkan contoh co-parenting yang dewasa—mengutamakan kebahagiaan anak di atas ego pribadi.

Perubahan Hidup Marshanda Setelah Tinggal Bersama Sienna

Di sisi lain, kehidupan Marshanda juga mengalami perubahan drastis sejak Sienna tinggal bersamanya. Selama hampir 10 tahun hidup sendiri, ia terbiasa dengan gaya hidup praktis. Kini suasana rumahnya jauh lebih ramai dan penuh kegiatan.

"Selama Sienna belum tinggal sama aku kan aku bisa dibilang tinggal sendiri. Itu kulkas tuh selalu kosong. Karena aku selalu pesan online makanan," kata Marshanda dalam tayangan Pagi-Pagi Ambyar Trans TV. Ia mengungkapkan bahwa sejak ada Sienna, ia ingin masak dan akhirnya kulkas penuh dengan bahan-bahan masakan.

Rutinitas pagi juga berubah menjadi lebih sibuk. "Besoknya dia sekolah kita masak sarapan. Terus udah gitu hectic gitu di dapur karena kita enggak biasa kan. 'Ayo cepat setengah jam lagi udah mau berangkat sekolah! Sienna udah mandi? Ayo cepet-cepet!'," kenang Marshanda.

Hubungan yang Lebih Hangat Meski Berpisah

Meski tidak lagi tinggal serumah, Ben mengaku bahwa hubungannya dengan Sienna justru terasa lebih hangat. Intensitas komunikasi mereka meningkat drastis, karena Sienna kini lebih sering mencari ayahnya melalui video call atau bertanya tentang keberadaannya. Hal ini membuat Ben merasa jauh lebih dekat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Dan komunikasinya malah (intens) sekarang karena udah besar. Walaupun secara fisik maksudnya kita (berpisah) dia di rumah Ibunya atau mungkin dia kegiatan sendiri, dia lebih sering cari gue gitu, 'Ayah di mana? Pulang jam berapa?' gitu," cerita Ben.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan co-parenting dengan Marshanda dan Ines berjalan terbuka dan sehat. Mereka saling membuka ruang untuk membahas hal-hal yang mungkin terasa awkward, sehingga memudahkan proses pengasuhan anak.

Keputusan Sienna untuk tinggal bersama ibunya bukanlah hasil dari konflik perebutan hak asuh, melainkan murni keinginan sang anak. Dari situ, publik bisa melihat bagaimana Ben dan Marshanda menunjukkan contoh co-parenting yang dewasa—mengutamakan kebahagiaan anak di atas ego pribadi.

Lebih baru Lebih lama