Tantangan Olla Ramlan Jadi Anak Kiai di Serial Walid


Aktris Olla Ramlan secara terbuka menceritakan perjuangan yang ia alami selama proses produksi serial terbarunya yang berjudul Walid. Dalam acara premiere screening yang diselenggarakan oleh platform streaming Viu di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Februari 2026, Olla mengungkapkan bahwa proyek lintas negara ini menjadi pengalaman paling ekstrem dalam kariernya sebagai aktris. Tidak hanya menuntut kemampuan akting, ia juga harus menghadapi tantangan lingkungan, mental, hingga teknis naskah yang sangat melelahkan.

Olla mengaku merasa bangga ketika pertama kali mendapatkan tawaran untuk bermain dalam serial sekuel Bidaah ini. Baginya, tawaran ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus tantangan baru yang sudah lama dinantikan. "Di sini aku sangat mengapresiasi tim Viu dan produser yang sudah memilih aku," ujarnya saat konferensi pers berlangsung.

Dalam serial Walid 2, Olla Ramlan berperan sebagai Laras, seorang tokoh sentral dengan karakter yang sangat kuat dan dominan. Laras digambarkan sebagai sosok perempuan yang memiliki pengaruh besar karena menjadi anak dari seorang kiai. "Karakternya sangat kuat sebagai Laras. Ini tantangan yang cukup berat, apalagi melihat ceritanya yang ternyata sedalam dan se-ekstrem itu," ujar Olla.

Perjuangan Syuting di Tengah Hutan Malaysia

Salah satu tantangan fisik dan mental yang paling berat adalah lokasi syuting yang jauh dari kemewahan. Dari pusat kota Kuala Lumpur, Olla dan tim harus menempuh perjalanan darat selama enam jam untuk mencapai lokasi syuting di sebuah pedesaan terpencil yang memiliki latar air terjun alami. Kondisi medan yang berat dan fasilitas yang minim sempat membuat mentalnya goyah di hari-hari pertama.

Olla menceritakan, ia harus tinggal di gubuk-gubuk kayu sederhana yang terpencar di tengah hutan. "Jujur, pas awal sampai aku sempat menangis. Aku mikir, 'Ya Allah ini gimana?' karena gubuknya kecil-kecil dan fasilitasnya sangat terbatas," ucapnya mengenang.

Selain itu, untuk urusan sanitasi dasar seperti mandi, ia harus berjalan kaki sejauh 100 meter dari lokasi penginapan tersebut. Ibu tiga anak itu mengaku harus waspada terhadap gangguan hewan liar selama berada di lokasi. "Aku takut banget, karena gubuknya itu kan terpisah. Banyak nyamuk, dan yang paling aku takutkan itu kalau ada ular masuk ke tempat tidur," ujarnya menambahkan. Meski sempat tertekan, ia memuji kerja sama tim produksi yang sangat mendukung sehingga ia bisa beradaptasi dengan lingkungan ekstrem itu.

Rumitnya Skenario dan Kendala Bahasa

Tantangan tidak berhenti pada fisik, melainkan juga pada proses kreatif. Meski Olla tetap menggunakan bahasa Indonesia dalam dialognya, seluruh skenario asli yang diberikan tim produksi Malaysia tertulis dalam bahasa Melayu. Hal ini memaksanya untuk bekerja dua kali lipat lebih keras secara mandiri.

"Jadi aku harus translate sendiri dialognya ke bahasa Indonesia supaya aku bisa masuk ke karakternya. Pekerjaannya jadi dobel," kata dia.

Selain itu, Olla sering mendapatkan perubahan naskah secara mendadak di lokasi syuting. Seringkali, produser atau penulis merombak dialog di hari yang sama setelah melihat improvisasi Olla di lapangan. Hal ini menuntut kemampuan adaptasi dan hafalan yang sangat cepat di tengah kondisi fisik yang sudah lelah.

Melalui peran Laras, Olla Ramlan berharap penonton bisa melihat sisi lain dari kemampuan aktingnya yang lebih berani dan mendalam. Serial Walid dijadwalkan tayang secara eksklusif di platform Viu mulai 26 Februari 2026. Dalam proyek ini, ia beradu akting dengan sederet aktor ternama Malaysia seperti Faizzal Hussein, Aqasha, Dato' Ahmad Tamimi Siregar, Marisa Yasmin, dan Wandah Imran.

Lebih baru Lebih lama