Hanya Jeroan? Kombinasi Makanan Ini Tingkatkan Asam Urat saat Iduladha

Perubahan Pola Makan Saat Iduladha dan Risiko Kenaikan Asam Urat

Pada saat perayaan Iduladha, banyak orang mengalami perubahan pola makan yang signifikan. Contohnya, pagi hari mungkin diisi dengan gulai, siang hari dengan sate kambing, dan malam hari dengan tongseng atau semur. Di tengah-tengahnya, terdapat minuman seperti teh manis, sirop, gorengan, dan kadang air putih justru kurang diminum. Kombinasi makanan dan minuman ini sering kali memicu peningkatan kadar asam urat dalam tubuh tanpa disadari.

Banyak orang berpikir bahwa penyebab utama asam urat hanya berasal dari jeroan, padahal faktanya sering kali berasal dari gabungan makanan tinggi purin, minuman manis, dan makan berlebihan dalam waktu singkat. Jika daging merah dikonsumsi secara terus-menerus selama beberapa hari, ditambah gula dan kurang cairan, tubuh bisa kewalahan dalam memproses asam urat.

Akibatnya, kadar asam urat dalam darah meningkat dan membentuk kristal kecil di sendi. Inilah yang memicu serangan penyakit asam urat (gout), yang gejalanya meliputi nyeri mendadak, sendi bengkak, terasa panas, kemerahan, bahkan sampai sulit berjalan. Kondisi ini bisa muncul setelah pesta daging saat perayaan Iduladha pada beberapa orang.

Penyebab Asam Urat Naik Setelah Iduladha

Asam urat terbentuk dari pemecahan purin, yaitu zat alami yang terdapat dalam tubuh dan makanan tertentu. Daging merah, jeroan, dan beberapa jenis seafood termasuk makanan tinggi purin. Saat dikonsumsi berlebihan, tubuh akan menghasilkan lebih banyak asam urat.

Masalahnya tidak berhenti di situ. Tubuh juga harus membuang asam urat melalui ginjal. Ketika produksi meningkat sementara pembuangan terganggu—misalnya karena dehidrasi, konsumsi gula tinggi, atau gangguan metabolik—kadar asam urat dalam darah ikut naik.

American College of Rheumatology menjelaskan bahwa pola makan tinggi purin, obesitas, konsumsi alkohol, dan minuman tinggi fruktosa merupakan faktor penting yang meningkatkan risiko gout. Karena itu, saat Iduladha, kombinasi makanan tertentu bisa menjadi pemicu yang jauh lebih kuat dibanding satu jenis makanan saja.

1. Daging Merah Plus Jeroan = Dobel Purin


Mungkin jeroan yang kamu makan cuma sedikit. Namun, jika itu dikonsumsi bersama daging merah dalam satu waktu, total asupan purin bisa meningkat.
Jeroan seperti hati, limpa, ginjal, paru, dan otak termasuk makanan dengan kandungan purin yang sangat tinggi. Daging kambing dan sapi juga mengandung purin dalam jumlah sedang hingga tinggi, terutama pada bagian berlemak. Ketika keduanya dimakan bersamaan, misalnya sate kambing ditambah gulai hati atau sambal goreng ati, tubuh harus memproses lonjakan purin sekaligus.
Konsumsi tinggi daging merah dan seafood berkaitan dengan peningkatan risiko gout. Risiko menjadi lebih besar ketika konsumsi berlangsung berulang dalam beberapa hari berturut-turut, seperti yang sering terjadi selama Iduladha.

2. Banyak Makan Daging yang Ditemani Minuman Manis

Banyak orang lupa minuman manis bisa berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat. Teh manis, soda, sirop, atau minuman kemasan tinggi gula sering menjadi pendamping makan sajian daging.
Fruktosa, yaitu jenis gula yang banyak terdapat pada minuman manis, punya efek unik terhadap metabolisme asam urat. Saat tubuh memetabolisme fruktosa, terjadi peningkatan pemecahan ATP yang akhirnya menghasilkan lebih banyak asam urat. Dengan kata lain, fruktosa dapat mendorong tubuh memproduksi asam urat lebih banyak.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman tinggi fruktosa berkaitan dengan peningkatan risiko gout pada laki-laki. Ketika minuman manis dikombinasikan dengan makanan tinggi purin seperti sate atau gulai, efeknya terhadap kadar asam urat bisa menjadi lebih signifikan.

3. Gulai Santan Plus Gorengan Menjadi Beban Tambahan Bagi Metabolisme

Makanan tinggi lemak tidak otomatis tinggi purin, tetapi tetap bisa memperburuk kondisi asam urat. Lemak berlebih dapat mengganggu kemampuan ginjal membuang asam urat secara optimal.
Banyak makanan Iduladha yang kandungan lemaknya tinggi. Jika ditambah lagi dengan gorengan atau kerupuk berminyak, tubuh menerima beban lemak dan kalori yang besar dalam waktu singkat. Kondisi ini dapat memperburuk resistansi insulin dan proses inflamasi dalam tubuh.
Penelitian menunjukkan obesitas dan sindrom metabolik berkaitan erat dengan hiperurisemia atau kadar asam urat tinggi. Lemak tubuh berlebih juga meningkatkan risiko serangan gout berulang. Jadi, jangan cuma fokus pada jumlah daging, tetapi juga keseluruhan pola makan yang menyertainya.

4. Banyak Makan Daging, Tetapi Kurang Minum Air


Banyak orang merayakan Iduladha sambil kumpul-kumpul bersama teman atau keluarga, dan tentu bisa sangat sibuk. Dalam situasi seperti ini, banyak orang justru kurang minum air putih.
Padahal, hidrasi sangat penting untuk membantu ginjal membuang asam urat lewat urine. Ketika tubuh kekurangan cairan, konsentrasi asam urat dalam darah meningkat dan kristal lebih mudah terbentuk di sendi.
Dehidrasi merupakan salah satu pemicu umum serangan gout. Risiko menjadi lebih besar kalau makanan kamu tinggi purin dan kamu tidak mengimbanginya dengan cairan yang cukup.

5. Makan Berlebihan Dalam Waktu Singkat

Tubuh sebenarnya mampu mengelola purin dalam jumlah tertentu. Namun, saat makan berlebihan dalam waktu singkat, sistem metabolisme menjadi kewalahan.
Selama Iduladha, banyak orang makan jauh lebih banyak dibanding biasanya. Sarapan gulai, siang sate, malam semur, lalu besok diulang lagi. Lonjakan asupan protein hewani, lemak, dan kalori secara mendadak dapat memicu peningkatan kadar asam urat dan inflamasi.
Studi menunjukkan bahwa pola makan berlebihan dan kenaikan berat badan berkaitan dengan peningkatan risiko gout. Selain itu, makan terlalu banyak sekaligus juga dapat meningkatkan stres metabolik dan memperberat kerja ginjal.

6. Banyak Makan Daging dan Jeroan, Kurang Tidur, dan Kamu Minim Gerak

Ada faktor lain yang sering diabaikan, yaitu dari sisi gaya hidup. Selama periode liburan, banyak orang tidur lebih malam, aktivitas fisik berkurang, dan lebih sering duduk sambil makan atau mengobrol.
Kurang tidur dan minim aktivitas dapat memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk sensitivitas insulin dan proses inflamasi. Pada orang yang kadar asam uratnya sudah tinggi, kondisi ini bisa memperbesar risiko serangan gout.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki setelah makan membantu metabolisme bekerja lebih baik. Sebaliknya, rebahan terus-menerus setelah pesta makan besar dapat memperburuk ketidaknyamanan sendi.

7. Cara Mengurangi Risiko Serangan Asam Urat Saat Iduladha


Menikmati makanan Iduladha tetap boleh. Kuncinya adalah pengaturan kombinasi dan porsinya.
Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:
Batasi jeroan dan tidak mengonsumsinya bersamaan dengan banyak daging merah.
Perbanyak air putih.
Kurangi minuman manis.
Tambah sayur dan buah.
Hindari makan berlebihan dalam satu waktu.
Tetap bergerak aktif setelah makan.
Jika memiliki riwayat gout, hipertensi, obesitas, diabetes, atau gangguan ginjal, pengaturan pola makan menjadi lebih penting. Pada beberapa orang, serangan asam urat dapat muncul hanya beberapa jam setelah pesta makan tinggi purin.

Lebih baru Lebih lama