Mahasiswa Skeptis di "Dukun Magang", Jefan Nathanio Akui Tantangan Terbesar Bukan Akting

Mahasiswa Skeptis di "Dukun Magang", Jefan Nathanio Akui Tantangan Terbesar Bukan Akting

Pengalaman Menantang dalam Pembuatan Film "Dukun Magang"

Film Dukun Magang menawarkan kisah yang menarik tentang konflik antara logika modern dan tradisi mistis yang masih hidup di tengah masyarakat. Cerita ini berpusat pada Raka Mahardika, seorang mahasiswa tingkat akhir yang selama ini menganggap dunia gaib hanya sebagai mitos. Namun, perjalanan hidupnya berubah ketika ia memutuskan untuk melakukan penelitian mengenai dunia perdukunan di Desa Kalimati, sebuah desa terpencil yang dikenal kuat dengan tradisi mistisnya.

Dalam film yang digarap oleh sutradara Chiska Doppert, Jefan Nathanio memerankan karakter utama Raka Mahardika. Ia menggambarkan dirinya sebagai sosok yang skeptis terhadap dunia mistis, namun harus bersinggungan langsung dengan hal-hal yang tidak bisa dijelaskan secara logis.

Tantangan Selama Produksi

Jefan Nathanio mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama proses produksi film ini adalah kondisi syuting yang padat dan cuaca yang sulit diprediksi. Ia menjalani syuting di luar kota, yang membuatnya kesulitan dalam mengatur jadwal dan menghadapi berbagai kendala teknis.

“Tantangan terbesar lebih ada di waktu shooting yang lumayan padat, karena di sana kita shooting di luar kota, yang di mana kita enggak tahu cuaca seperti apa,” ujar Jefan Nathanio saat mampir di acara Tribun Si Paling Seleb.

Meski begitu, ia menyebutkan bahwa proses produksi berlangsung menyenangkan berkat kerja sama yang baik dari seluruh tim dan para pemain. Ia juga mengapresiasi kekompakan yang tercipta selama proses pembuatan film.

Kombinasi Horor dan Komedi

Komedian sekaligus aktor Mang Osa, yang memerankan karakter Tarno, juga menyampaikan pendapat senada. Menurutnya, kekuatan utama dari film Dukun Magang adalah kemampuannya dalam memadukan unsur horor dan komedi tanpa menghilangkan identitas masing-masing genre.

“Film ini seru karena horornya dapat, komedinya juga dapat,” kata Mang Osa. “Penonton bisa tegang, tapi di saat yang sama juga bisa ketawa. Itu yang bikin film ini punya warna tersendiri.”

Plot Cerita yang Dinamis

Cerita film ini bermula ketika Raka Mahardika, seorang mahasiswa tingkat akhir, menghadapi masalah dengan skripsinya yang terus ditolak oleh dosennya, Pak Arief. Demi bisa lulus kuliah, Raka memilih topik penelitian mengenai dunia perdukunan di Desa Kalimati.

Di tengah perjalanannya, Raka tidak sendirian. Ia ditemani Boiman, sahabatnya yang penakut namun setia, serta Sekar, teman kampus yang berasal dari Desa Kalimati. Keberadaan Sekar menjadi jembatan bagi Raka untuk mengenal kehidupan masyarakat desa yang masih memegang erat tradisi dan kepercayaan turun-temurun.

Niat awal Raka yang hanya ingin mengumpulkan data penelitian perlahan berubah menjadi petualangan penuh misteri. Bersama teman-temannya, ia mulai menemukan berbagai ritual aneh, rumah-rumah tua yang menyimpan rahasia, hingga sosok Mbah Djambrong, dukun legendaris yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan desa dari gangguan gaib.

Masalah semakin besar ketika Raka tanpa sengaja membangkitkan amarah Kuntilanak Hitam, entitas gaib yang telah lama terkurung di Desa Kalimati. Teror demi teror pun menghantui mereka dan memaksa Raka mempertanyakan keyakinannya selama ini bahwa segala sesuatu dapat dijelaskan dengan logika.

Daftar Pemain Utama

Selain Jefan Nathanio, film berdurasi 100 menit ini juga dibintangi oleh Hana Saraswati sebagai Sekar dan Fajar Nugra sebagai Boiman. Deretan pemain lain yang turut meramaikan film ini antara lain Adi Sudirja, Yan Patroman, Wira Nagara, Mang Osa, Salsabila Zahra, Dodit Mulyanto, dan Mo Sidik.

Rencananya, film horor komedi Dukun Magang akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026.

Lebih baru Lebih lama