Kehidupan Nila, Pengusaha Muda yang Menggerakkan Ekonomi Kreatif Sidoarjo
Nila, yang dikenal sebagai Dyah Retno Nilawati, adalah sosok inspiratif yang membangun usaha kecil menengah (UMKM) bernama “Kreasi Nila” sejak tahun 2016. Lokasinya berada di Desa Juwet Kenongo, Sidoarjo. Ia memilih untuk fokus pada batik tulis dan ecoprint, dua teknik kain yang cukup unik dan memiliki nilai seni tinggi.
Perjalanan Nila dalam dunia bisnis bukanlah hal instan. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk belajar mandiri, mengembangkan keterampilannya, serta menerima dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Keputusannya untuk meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai pegawai di KUA dilakukan setelah ayahnya meninggal pada tahun 2013. Dari situ, ia mulai mencari jalan sendiri dan akhirnya memutuskan untuk menjalani bisnis sendiri.
Awal mula Nila terjun ke dunia kerajinan kain didorong oleh latar belakang keluarganya. Ibu Nila pernah menjadi penjahit, sehingga ia pun belajar dari pengalaman tersebut. Meski awalnya belajar secara otodidak, ia juga mencari guru yang ahli di bidang batik agar bisa melengkapi keterampilannya.
Kemampuan Nila dalam menjahit dan bakat seni membuatnya berkembang menjadi pengusaha yang sukses. Kini, ia mengelola usaha dengan nama “Kreasi Nila”, yang menyediakan berbagai produk seperti batik tulis, ecoprint, hingga seragam. Setiap kain yang ia buat memiliki ciri khas daerah Sidoarjo, termasuk motif Juwet Kenongo dan Candi Pari. "Hampir setiap kainku pasti ada Kenongo-nya," ujarnya.
Proses produksi di Kreasi Nila sangat mengutamakan kualitas. Nila menjelaskan bahwa pembuatan batik membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Ia tidak ingin terburu-buru demi menjaga kepuasan pelanggan. Hingga saat ini, ia tetap mempertahankan standar kualitasnya dan terus berinovasi.
Selain itu, Nila juga aktif dalam memberdayakan anak-anak disabilitas. Ia rutin mendampingi mereka untuk berkarya di tempatnya. "Biasanya anak-anak datang pada hari Sabtu dan Minggu," kata Nila. Baginya, melihat anak-anak tersebut bisa menghasilkan karya dan mendapatkan uang saku adalah kebahagiaan yang tak ternilai.
Dalam mengelola bisnisnya, Nila pernah mengalami fase di mana ia harus mengelola keuangan dengan sangat cermat. Ia bercerita bagaimana dana binaan dari pihak luar membantunya berkembang. Dana tersebut digunakan untuk membeli peralatan seperti laptop untuk pembukuan, mesin jahit, hingga bahan baku, yang sangat membantu efisiensi produksinya.
Dukungan dari perbankan, khususnya BRI, juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Nila. Ia menjelaskan bahwa ia merupakan nasabah setia BRI, meski untuk urusan pinjaman modal, ia sangat berhati-hati. Ia juga diminta untuk mengajar bagaimana proses pembuatan batik kepada UMKM sekitar di Rumah BUMN BRI Sidoarjo.

Bagi Nila, hubungan dengan pihak perbankan adalah bentuk kemitraan yang saling mendukung, termasuk dalam hal edukasi. Ia meyakini bahwa proses belajar adalah bagian tak terpisahkan dari kualitas sebuah karya. Pengalaman panjangnya sejak 2016 telah membentuk Nila menjadi pebisnis yang tangguh.
Kini, usaha Kreasi Nila di Jalan Bhayangkari No 594 menjadi bukti nyata bagaimana seorang perempuan dari Sidoarjo mampu menggerakkan ekonomi kreatif dengan tangan dinginnya. Nila tetap yakin bahwa hasil yang maksimal datang dari proses yang jujur dan berkolaborasi.