
Tim Produksi Film Laut Bercerita
Film Laut Bercerita yang diangkat dari novel berjudul sama karya Leila S. Chudori, menjadi salah satu proyek film yang menarik perhatian publik. Film ini diproduksi oleh PAL8 Pictures dengan kolaborasi dari VMS Studio, Jagartha Group, dan Lynx Films. Proses penggarapan film ini menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam mengadaptasi cerita dari buku ke layar lebar.
Penulis Novel Mengungkap Perbedaan Medium
Leila S. Chudori, penulis novel Laut Bercerita, menjelaskan bahwa ia memahami betul perbedaan antara buku dan film sebagai dua medium yang berbeda. Ia menyatakan bahwa sejak awal mengetahui novelnya akan difilmkan, ia sudah menyadari bahwa tidak mungkin mengikuti halaman demi halaman seperti dalam buku. “Dalam menulis skenario, saya dan Mas Anggi dari awal sudah menganggap bukunya harus kami ‘singkirkan’. Kami hanya mengambil jiwa dan pilar-pilarnya dan tak mungkin mengikuti halaman demi halaman karena malah akan jadi film yang buruk,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa karakter dalam film masih sama dengan yang ada di novel, namun tidak bisa sepenuhnya identik. “Jalan ceritanya secara umum seperti isi buku dalam artian konteksnya. Kami harus beri konteks karena kalau buku ada strukturnya tersendiri. Ketika membuatnya menjadi audio visual, kami harus ingat bahwa tidak semua orang sudah membaca bukunya,” katanya.
Visual Harus Berbicara
Sutradara Yosep Anggi Noen menyampaikan bahwa dalam film, visual harus berbicara dan bercerita. Menurutnya, apa yang tertulis indah belum tentu cocok ketika diucapkan oleh pemeran. “Jadi berapa kali kalau saya menulis dialog atau apa, karena begitu kami bacakan, 'Eh nggak enak deh,' gitu kan. Jadi harus kita revisi dan itu yang saya belajar banyak banget dari Mbak Leila bahwa apa yang tertulis selalu berbeda ketika diucapkan,” tuturnya.
Motif Produksi Film
Produser Pal8 Pictures, Budi Setyarso, mengungkapkan ketertarikannya memfilmkan novel yang telah masuk cetakan ulang ke-16. Ia menilai momen yang pas ditulis oleh mantan jurnalis Tempo menjadi alasan utama. “Laut Bercerita itu ditulis oleh Mbak Leila ketika masih di Tempo. Pal8 Pictures adalah satu unit yang baru dibangun di Tempo sebagai bagian dari kami untuk memperbanyak platform untuk menularkan nilai, menularkan semangat kebaikan buat bangsa kita. Semangat untuk membangun hal-hal yang baik, melawan korupsi dan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan,” ujarnya.
Produser Gita Fara mengatakan bahwa membuat film panjang Laut Bercerita menjadi hal menantang karena film pendeknya sudah dirilis sejak delapan tahun silam dan masih diminati saat pemutaran. “Tentunya ini jadi hal yang paling deg-degan buat saya karena dari novel mega best seller ini juga, kami mencoba untuk meramu sebuah skala produksi yang lumayan ambisius,” kata dia.
CEO Tempo Turut Terlibat
CEO Tempo, Arif Zulkifli, mengungkapkan bahwa ia merupakan salah seorang yang membaca novel Laut Bercerita ketika belum diterbitkan. “Rasanya juga saya ikut bantu-bantu sedikit risetnya Mbak Leila,” tuturnya.
Deretan Pemain yang Ikut Ambil Bagian
Film Laut Bercerita akan dimeriahkan oleh deretan aktor ternama. Reza Rahadian akan memerankan karakter Biru Laut, seorang aktivis mahasiswa yang menjadi tahanan politik. Dian Sastro akan berperan sebagai Kasih Kinanti, seorang aktivis sekaligus pimpinan perkumpulan Winatra. Christine Hakim juga akan tampil sebagai ibu dari Biru Laut, yang terkena dampak dari aktivitas anaknya.
Yunita Siregar akan memerankan Asmara Jati, adik Biru Laut yang bertekad mengungkap penyebab hilangnya saudaranya. Eva Celia akan memerankan Ratih Anjani, sementara Arswendy Bening Swara akan berperan sebagai ayah Biru Laut, Arya Wibisono.