Pameran Tunggal Ikie Morphacio: Bizarre Ladies
Pameran tunggal pertama seniman Hendra Suryadi, yang dikenal dengan nama panggung Ikie Morphacio, berjudul Bizzare Ladies resmi dibuka di Galeri Orbital Dago Bandung pada 25 Februari hingga 29 Maret 2026. Pameran ini menampilkan karya-karya yang menggambarkan perempuan dalam bentuk yang unik dan penuh makna simbolis.
Mayoritas karya yang dipajang adalah gambar-gambar yang mengelilingi ruangan. Namun, karya tiga dimensinya yang terkesan gelap, mewah, dan megah justru lebih menarik perhatian pengunjung. Ikie menjelaskan bahwa karya-karya tersebut merupakan kumpulan catatan dari dialognya dengan para perempuan yang berjuang, menginspirasi, dan memperkuat dirinya. “Ini sebuah tribute untuk perempuan,” katanya saat ditemui di sela pembukaan pameran.
Interaksi intens dengan kaum hawa selama 20 tahun menjalani dunia fashion menjadi sumber inspirasi bagi Ikie dalam berkarya seni. Ikie menggabungkan simbol-simbol yang berasal dari fantasi video game dan film. Menurutnya, fantasi adalah ranah spiritual yang menarik secara visual. Hasil eksplorasi ini menghasilkan karya seni yang bisa digunakan, tetapi lebih dari sekadar aksesoris.

Karya berjudul Le Grande Celestia kreasi Ikie Morphacio. Tempo/Anwar Siswadi
Pengaruh Gaya Gothic dan Baroque
Menurut kurator pameran, Rifky Effendy, instalasi patung yang ditampilkan Ikie memiliki ciri khas gaya gothic dan baroque Eropa. Hal ini terlihat dari bentuk menara runcing, arsitektur gereja dengan nuansa gelap, misterius, dan monumental. Kesan gothic identik dengan spiritual dan megah, sedangkan elemen baroque muncul melalui ornamen rumit, detail ukiran, dan gambar floral kompleks serta komposisi dramatis dan teatrikal.
Penggunaan warna emas dan metalik yang mewah juga mencerminkan kesan festive, penuh kemeriahan, dan gemerlap. Kekaryaan tiga dimensional Ikie banyak menggunakan elemen tajam atau runcing seperti busur, anak panah, dan tanduk. Meski ada bentuk feminin seperti bunga mawar, kesan keras tetap dominan karena pengaruh material dan warna yang dipilih.
Selain itu, beberapa patungnya juga menggabungkan elemen budaya Nusantara seperti motif batik megamendung dan mahkota atau hiasan kepala bergaya pakaian adat Sumatera.

Pameran tunggal Ikie Morphacio berjudul Bizzare Ladies di Galeri Orbital Dago Bandung, 25 Februari – 29 Maret 2026. Tempo/Anwar Siswadi
Tubuh Perempuan dalam Karya Seni
Serangkaian karya gambar Ikie menampilkan tubuh-tubuh perempuan dari dunia lain yang bermetamorfosa menjadi bagian dari alam atau fauna. Ada yang digambarkan sebagai jalinan akar pohon yang tertancap ke bumi, sementara bagian atas tubuhnya mekar menjadi kelopak, daun, dan pelepah emas. Di karya lain, sebagian tubuhnya menjadi burung merak atau makhluk hibrida lain seperti dalam mitologi.
Menurut Rifky, praktik artistik Ikie Morphacio menempati wilayah hibrid antara seni rupa, fashion art, dan performativitas tubuh. Karyanya tidak hanya sebagai desain kostum, tetapi juga sebagai wearable sculpture—objek visual yang memperoleh makna utuh ketika dikenakan dan diaktifkan oleh tubuh. Dalam konteks seni rupa kontemporer Indonesia yang semakin lintas disiplin, pendekatan ini memperluas batas antara objek, tubuh, dan ruang pertunjukan.
Latar Belakang dan Perjalanan Karier Ikie Morphacio
Setelah lulus kuliah, Ikie mulai merintis langkah profesionalnya di dunia seni dan fashion sejak 2007. Ia mendirikan usaha bernama Morphacio Body Art. Ikie sering terlibat dalam berbagai acara cosplay dan menciptakan karya kostum serta fashion art untuk ajang internasional.
Salah satu proyek terkenalnya adalah kostum nasional yang dipakai Laksmi De Neefe di Miss Universe 2022. Dalam proyek tersebut, Ikie bekerja sama dengan istri dan tim kreatifnya, Ayrin, dalam merancang dan membuat kostum dengan teknik campuran media serta rekayasa struktur untuk menciptakan kesan dramatis.