Perseteruan Trump dan De Niro Kembali Memanas
Perseteruan antara mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan aktor ternama Robert De Niro kembali memanas. Kali ini, Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social, memberikan respons tajam terhadap kritik yang dilontarkan oleh De Niro terhadap pemerintahannya.
Sebelumnya, De Niro tampil di kanal berita MSNOW dan menyerukan publik untuk "melawan" kebijakan Trump yang ia anggap tidak sehat. Ucapan tersebut memicu reaksi keras dari Trump, yang kemudian mengunggah pernyataan yang menyebut De Niro sebagai orang gila dengan IQ rendah.
- Trump menyebut De Niro sebagai "orang sakit jiwa dan gila" serta menuduhnya memiliki IQ yang sangat rendah. Dalam unggahannya, Trump mengatakan bahwa De Niro tidak tahu apa yang dia lakukan atau katakan, bahkan beberapa dari ucapan itu dinilai "kriminal". Ia juga membandingkan De Niro dengan Rosie O'Donnell, komedian yang juga memiliki sejarah konflik dengan dirinya. Trump menyindir bahwa De Niro terlihat menangis seperti anak kecil dalam wawancara podcast The Best People With Nicole Wallace.

- Amarah Trump memaksa De Niro meninggalkan Amerika Serikat. Dalam unggahan yang sama, Trump juga menyerang anggota Kongres Partai Demokrat, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib, dengan menyebut mereka sebagai orang ber-IQ rendah. Ia menyatakan bahwa mereka seharusnya "dikirim kembali ke tempat asal mereka". Meskipun demikian, hingga saat ini, tidak ada langkah hukum resmi atau kebijakan konkret yang menunjukkan adanya proses deportasi terhadap De Niro. Secara hukum, ancaman deportasi terhadap warga negara AS tanpa dasar legal yang jelas tidak memiliki pijakan kuat. Banyak pihak memandang pernyataan Trump sebagai retorika politik ketimbang ancaman kebijakan nyata.

- Perseteruan antara Trump dan De Niro bukanlah hal baru. Konflik ini telah berlangsung sejak lama, terutama sejak kampanye presiden 2016. De Niro secara terbuka mengkritik Trump dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam ajang penghargaan film dan wawancara media. Dalam pernyataan terbarunya, De Niro menyebut situasi politik saat ini sebagai sesuatu yang "menjijikkan" dan "kacau", serta mendesak warga Amerika untuk bersatu melawan kebijakan yang dianggapnya merusak negara. Sikap vokal De Niro konsisten dengan posisinya sebagai salah satu figur Hollywood yang aktif secara politik.

- "Ini menjijikkan, ini kacau. Kita harus menyelamatkan negara ini. Orang-orang harus melawan, melawan, melawan, melawan, melawan. Itulah satu-satunya cara," kata De Niro. Ketegangan ini kembali menyoroti hubungan rumit antara dunia hiburan dan politik di Amerika Serikat. Di era media sosial, perdebatan personal antara tokoh publik dapat dengan cepat berubah menjadi headline nasional dan memperdalam polarisasi.
Ketegangan antara Trump dan De Niro mencerminkan dinamika kompleks dalam masyarakat modern, di mana pendapat politik dan opini publik saling memengaruhi. Seiring dengan perkembangan media sosial, perseteruan seperti ini bisa dengan mudah menyebar dan memengaruhi persepsi publik terhadap isu-isu penting.